Home Muaro Jambi Pertemuan Fadil dan Camelia, Peluang Besar Bertarung di Pilkada Batanghari Mendatang

Pertemuan Fadil dan Camelia, Peluang Besar Bertarung di Pilkada Batanghari Mendatang

146
0
SHARE
Pertemuan Fadil dan Camelia, Peluang Besar Bertarung di Pilkada Batanghari Mendatang

Keterangan Gambar : Dok.Istimewa

Muaro Jambi - Layardigital.com - Usai Pelaksanaan Pemilu dan Pilres 2019, Masyarakat Mulai mengalihkan pemicaraan pada Pilbub dan Pulgub Jambi. Dari berbagai nama yang diperbincangkan nama Fadhil Arief menjadi salah Satu nama yang masuk dalam peta perpolitikan Pilkada Batanghari Mendatang.

Fadhil Arief merupakan putra asli Terusan Kecamatan Marosebo Ilir, Batanghari ini sekaligus menjabat Sekda Kabupaten Muaro Jambi saat ini. mulai dilirik beberapa tokoh untuk diusung maju menjadi calon Bupati Batanghari.

Fadhil Arief pada Minggu (5/5/2019) melakukan pertemuan dengan Camelia Puji Astuti di kediaman Dr Asad Isma kawasan Buluran Kota Jambi.

“Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi dan komunikasi keduanya membicarakan persoalan yang ada di Batanghari,” kata Asad Isma.

Fadhil di dalam pertemuan menyebut ini merupakan langkah untuk membangun kebersamaan, karena untuk memajukan Batanghari kata Fadhil semua potensi harus dilibatkan.

“Semua putera daerah harus terpanggil untuk membangun Batanghari,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Camelia, karena kata dia Batanghari harus berubah. Bahkan Camelia menyebut mesti ada calon alternatif untuk dipilih oleh masyarakat. “Kita setuju dengan calon alternatif,” kata Camelia.

Pertemuan kedua tokoh muda Batanghari ini mendapat tanggapan dari masyarakat Batanghari yang ada di Kota Jambi, Fahmi SY. Mantan Komisioner KPU Provinsi Jambi dua periode ini mengapresiasi pertemuan tersebut.

“Kedua anak muda ini memang aset Batanghari,Camelia memiliki kekuatan politik di partai, dan Fahdil punya pengalaman di birokrasi, dan tahu seluk beluk Batanghari, karena dia memulai karier di sana,” kata Fahmi.

“Fadhil punya kemampuan dan apresiasi dari banyak pihak, contoh tidak dipakai di Batanghari, ternyata dibutuhkan daerah lain, diangkat menjadi Sekda di Muarojambi.  Sekarang putera daerah yang terbaik mesti kembali ke kampung halaman membangun daerah,” kata Fahmi.

Lanjut dia, di Pilkada Batanghari harus ada calon alternatif, sehingga masyarakat punya banyak pilihan, tidak hanya berkutat dengan ‘dua kutub’ kekuasaan.  (Red)